Social Icons

twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail

Sabtu, 07 Februari 2015

My Story

Dulu


Hala yang bisa saya banggakan dan mungkin nggk bisa dilupakan adalah sewaktu saya SD. Semasa SD ku itu mungkin bisa dibilang pintar dalam hal kademik, tetapi tidak dalam hal emosinal. Saya ingat kelas 5 SD pernah mengikuti olimp IPA dan yang Alhamdulillah saya mendapat juara 1 di tingkat kecamatan. Pada waktu itu seneng banget bisa juara bawa nama sklh. Ini semua berkat bimbingan guru tercinta saya yaitu Bpk Sigit.

Selepas dari itu selang sebulan saya dipanggil lagi untuk ikut olimp lagi, tetapi kali ini tingkat kota. Awalnya sih saya bingung mau ikut nggk ya (jadi semacama dilema gitu) dan yang sampai pada akhirnya saya menerima tawaran ini. Saya belajar dan terus belajar dengan dibimbing oleh guruku. Ditengah perjalanan bimbingan ini sempat putus asa (duh Pak sepertinya saya nggk bisa deh ikut olimpiade kali ini) tetapi guruku tetap saja mendukungku dan membimbingku untuk tetap mengikuti olimp ini. Semua kegiatan di sekolah tertinggal dan saya pun jarang sekali ada di rumah, aku selalu belajar di rumah guruku. Di selang selain belajar saya juga tidak lupa untuk senantiasa shalat dan berdoa, karena hanya ridho-Nya lah saya dapat melakukan hal ini.

Hari tlah tiba, hari tempur itu telah dtng. Saya deg degan dan nggk karuan perasaan saya. Sampai di tempat saya mengerjakan soal itu, saya hanya yakin kepada Allah dan pasrah karena satu satunya usaha terakhir adalah berdoa sebelum mengerjakan. Ketika kertas itu dibagikan tangan ku pun bergetar dan hati pun tak tenang, saya kehilangan konsentrasi pada waktu itu.

Selesai sudah aku mengerjakan saya keluar dari ruangan dengan perasaan yang campur aduk. Sambil menunggu pengumuman saya sembarin berdoa agar saya lah yang menjadi juaranya, juga agar dapat melanjutkan olimp ini ke tingkat provinsi. Sampai akhirnya semua peserta disuruh berbaris membentuk shof. Juara pun mulai disebutkan satu persatu, saya sempat deg degan karena juara disebutkan mulai yang terendah. Akhirnya sampai juga ke juara pertama. Juri menyebutkan "Dan juara pertama adalah dari SDNegeri 5 Talang Athallah Indrasta" Allahuakbar saya pun sujud syukur dan sempat terharu waktu disebutkan nama ku. Di dalam hatiku "memang benar janji Allah tidak bohong" Pada waktu itu aku sempat menangis di pelukan guruku yang berkesempatan hadir pada waktu itu. Kami pulang ke sekolah kami, sampai di sana kawan-kawan ku menyambut dengan perasaan gembira "Selamat ya"

Sebulan kemudian dengan perasaan gelisah guruku memberitahu bahwa, 2 minggu lagi olimp IPA tingkat provinsi akan diselenggarakan. Sesegera mungkin mulai pada hari itu saya belajar dengan dibimbing oleg guru tercinta ku. Pada waktu itu aku Stress dan sakit - sakitan, jadi bimbingan pun tertunda untuk beberapa hari. Setelah saya sembuh, saya melanjutkan bimbingan itu. Baru saja tiga hari berjalan tiba-aku kaget melihat kalender bahwa besok saya sudah pergi bertempur. Pada malamnya saya belajar hingga larut malam untuk mengadapi pertempuran di hari esok.

Hari sudah berganti, aku cepat cepat mandi ganti baju dan pergi ke tempat saya olimp. Ketika samapai di sana sudah apel dan menurut saya saya telat, tetapi yang penting belum masuk ke ruangan. Selesai apel semua peserta boleh beristirahat 5 menit sebelum masuk ke ruangan dan mengerjakan. Dengan waktu 5 menit itu saya membaca lagi sedikit apa yang telah dipelajari.
kring..!!! Bel berbunyi semua peserta masuk ke ruangan, kertas dan soal pun langsung dibagikan.
Sebelum mengerjakan aku berdoa agar saya diberi kemudahan untuk mengerjakan soal tersebut, saya tidak berfikir apa apa lgi selain yang telah dipelajari.
Dalam mengerjakan soal banyak sekali yang saya ragu untuk menjawabnya, jadi ketika saya ingin menjawabnya selalu membaca Bismillah.

Dua jam telah berlalu, saya mengumpul kerjaan saya dan keluar dari ruangan dengan perasaan takut, karena takut banyak yang salah. Samapi pengumuman pun tiba. Suatu ketika saya mendengar pengumuman bahwa, "Yang dapat melanjutkan olimp ini ke tingkat provinsi hanya yang juara satu saja" Dari situ saya mulai tidak yakin dan ngedown, jiak saya pasti tidak akan masuk.
Juara pertama olimp IPA tingkat kota ini adalah dari SD Xaverius (lupa namanya siapa). Dalam olimp kali ini saya hanya disebutkan mendapat juara dua. Perasaan sedih, kecewa, dan sesal pun tercampur karena saya tidak dapat melanjutkannya hingga ke tingkat Nasional dan hanya berakhir di tingkat provinsi. Guruku bilang "Tak apa nak, mungkin kamu belum beruntung. Masih ada kesempatan di lain kompetisi." Jwabku "Iya pak, terima kasih ya Pak telah membimbimngku hingga seperti ini" 

Hal itu lah yang selalu saya ingat dan tak bisa dilupakan. Terima kasih semoga bisa memotovasi para pembaca yang membaca blog saya !!!

Jangan lupa Comment Yahh!!



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Blogger Templates Read more: http://www.caraseoblogger.com/2013/11/cara-menambahkan-animasi-burung-twitter.html#ixzz3TKjTVRI8