Social Icons

twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail

Rabu, 18 Februari 2015

Sahabat

Karya : Athallah Indrasta


SAHABAT

            Kami adalah dua sahabt yang tak terpisahkan. Satu sekolah sejak SD hingga saat ini duduk di kelas 9. Kami memiliki hobi yang sama. Seperti bermain futsal, basket, berenang dan membaca. Akhir – akhir ini kami jarang bertemukarena suatu hal. Di sinilah cerita itu dimulai.

            Salah satu hobi kami yaitu membaca. Kami sering mampir ke took buku sepulang sekolah. Yang kami lakukan bukanlah membeli buku, melainkan membaca gratis buku – buku yang sudah dibuka pembukusnya. Hal ini tentu saja ada tujuannya. Agar pembeli bias mengetahui isinya dan berminat membelinya. Tapi itu tidak bagi kami, kami benar-benar memalukan. Kami baca buku gratis setelah itu pulang, tidak membelinya. Kami tak mampu karena uang saku kami hanya cukup untuk transportasi dan jatah makan siang.
            
Suatu hari kami di toko buku. Seperti biasa kami berdua, membaca buku secara gratis. Berhari hari kami teruskun satu, dua, tiga dan seterusnya. Hari itu kami penasaran pada sebuah buku. Rasa penasaran kami tersebut membuka karena buku tersebut belum ada yang dilepas pembukusnya.
            Esoknya kami ke tempat biasa. Tanpa disengaja kami bertemu teman lama saat SD. Dia sedang membaca buku yang kami sanghat ingin membacanya kemarin. Entah dia sangat beruntung sekali saat dating bagi ku. Kami yang setiap hari ke took buku tersebut ke dalam membaca buku baru yang temna kami baca. Akhirnya nasib baik sedang bersama kami. Teman kami tersebut tidak ingin membacanya, maka dia menyerahkannya kepada kami. Kami tak sadar kami sedang dibicarakn oleh pramuniaga, decas – decus yang terdengar. Kami membuka buku baru yang masih disegel pembukusnya. Kami ditegur baik – baik oleh pramuniaganya.
            Yah.. kami sangat kecewa pada teman kami itu. Dia belum berubah. Kami terjebak untuk yang kesekian kalinya. Saat SD teman kami itu pernah menjebak kami pada kasus pencurian. Kami tertuduh mencuri jam tangan teman wanita kami padahal bukan kami yang pelakunya.
            Kali ini kami merencanakan sesuatu pada teman kami tersebut. Kami sudah berunding sebelumnya. Rencana kali ini sungguh cemerlang. Kami berharap rencana ini berjalan lancer.
           
Sorenya sepulang sekolah kami benar – benar berjodoh. Kmai bertemu dengannnya di café samping took buku tersebut. Kami sedikit memaksa mengajak dia ke took buku itu lagi . Tetapi kali ini tidak untuk membaca buku tapi di lantai 1 ada peralatan sekolah kami sengaja ingin menjebaknya. Saat kami sedang lihat – lihat. Kami ambil salah satu tas yang masih ada bandrol harganya. Kebetulan teman kami itu tidak terlalu memperhatikan tas yang kami bawa. Aku tidak membawa tas saat itu kutinggalkan di mobil, sengaja untuk rencana ini. Hanya sahabat ku yang bawa, kami izin ke WC dan minta seorang jagakan tas yang kami ambil tersebut. Saat di WC kami mengirim pesan bahwa salah satu dari kami sakit perut. Jadi kami menyuruh teman kami itu ke luat toko buku ke apotek terdekat.
            Ketika ia keluar dari pintu toko tersebut tiba – tiba alarm berbunyi, kemudian teman kami tertangkap satpam dan kami lolos mengkambing hitamkan dia. Teman kami yang tertangkap satpam itu diproses dan dipertanyakan oleh satpam – satpam di toko buku tersebut. Di belakang itu kami hanya bias tertawa terbahak – bahak atas keberhasilan rencana itu.
            Setelah kejadian itu keesokan harinya kami bertemu di angkutan umum. Dia berbicara pada kami bahwa dia sangat menyesal karena telah membuat kita terjebak dan yang akhirnya dia pun meminta maaf kepada kami dan ia berjajnji tidak akan mengulangi hal itu lagi.

               
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Blogger Templates Read more: http://www.caraseoblogger.com/2013/11/cara-menambahkan-animasi-burung-twitter.html#ixzz3TKjTVRI8