Karya : Athallah Indrasta
SAHABAT
Kami adalah dua sahabt yang
tak terpisahkan. Satu sekolah sejak SD hingga saat ini duduk di kelas 9. Kami
memiliki hobi yang sama. Seperti bermain futsal, basket, berenang dan membaca.
Akhir – akhir ini kami jarang bertemukarena suatu hal. Di sinilah cerita itu
dimulai.
Salah satu hobi kami yaitu membaca. Kami sering mampir ke
took buku sepulang sekolah. Yang kami lakukan bukanlah membeli buku, melainkan
membaca gratis buku – buku yang sudah dibuka pembukusnya. Hal ini tentu saja
ada tujuannya. Agar pembeli bias mengetahui isinya dan berminat membelinya.
Tapi itu tidak bagi kami, kami benar-benar memalukan. Kami baca buku gratis
setelah itu pulang, tidak membelinya. Kami tak mampu karena uang saku kami hanya
cukup untuk transportasi dan jatah makan siang.
Suatu hari kami di toko buku. Seperti biasa kami berdua,
membaca buku secara gratis. Berhari hari kami teruskun satu, dua, tiga dan
seterusnya. Hari itu kami penasaran pada sebuah buku. Rasa penasaran kami
tersebut membuka karena buku tersebut belum ada yang dilepas pembukusnya.
Esoknya kami ke tempat biasa. Tanpa disengaja kami
bertemu teman lama saat SD. Dia sedang membaca buku yang kami sanghat ingin
membacanya kemarin. Entah dia sangat beruntung sekali saat dating bagi ku. Kami
yang setiap hari ke took buku tersebut ke dalam membaca buku baru yang temna
kami baca. Akhirnya nasib baik sedang bersama kami. Teman kami tersebut tidak
ingin membacanya, maka dia menyerahkannya kepada kami. Kami tak sadar kami
sedang dibicarakn oleh pramuniaga, decas – decus yang terdengar. Kami membuka
buku baru yang masih disegel pembukusnya. Kami ditegur baik – baik oleh
pramuniaganya.
Yah.. kami sangat kecewa pada teman kami itu. Dia belum
berubah. Kami terjebak untuk yang kesekian kalinya. Saat SD teman kami itu
pernah menjebak kami pada kasus pencurian. Kami tertuduh mencuri jam tangan
teman wanita kami padahal bukan kami yang pelakunya.
Kali ini kami merencanakan sesuatu pada teman kami
tersebut. Kami sudah berunding sebelumnya. Rencana kali ini sungguh cemerlang.
Kami berharap rencana ini berjalan lancer.
Sorenya
sepulang sekolah kami benar – benar berjodoh. Kmai bertemu dengannnya di café
samping took buku tersebut. Kami sedikit memaksa mengajak dia ke took buku itu
lagi . Tetapi kali ini tidak untuk membaca buku tapi di lantai 1 ada peralatan
sekolah kami sengaja ingin menjebaknya. Saat kami sedang lihat – lihat. Kami
ambil salah satu tas yang masih ada bandrol harganya. Kebetulan teman kami itu
tidak terlalu memperhatikan tas yang kami bawa. Aku tidak membawa tas saat itu
kutinggalkan di mobil, sengaja untuk rencana ini. Hanya sahabat ku yang bawa,
kami izin ke WC dan minta seorang jagakan tas yang kami ambil tersebut. Saat di
WC kami mengirim pesan bahwa salah satu dari kami sakit perut. Jadi kami
menyuruh teman kami itu ke luat toko buku ke apotek terdekat.
Ketika ia keluar dari pintu toko tersebut tiba – tiba
alarm berbunyi, kemudian teman kami tertangkap satpam dan kami lolos
mengkambing hitamkan dia. Teman kami yang tertangkap satpam itu diproses dan
dipertanyakan oleh satpam – satpam di toko buku tersebut. Di belakang itu kami
hanya bias tertawa terbahak – bahak atas keberhasilan rencana itu.
Setelah kejadian itu keesokan harinya kami bertemu di
angkutan umum. Dia berbicara pada kami bahwa dia sangat menyesal karena telah
membuat kita terjebak dan yang akhirnya dia pun meminta maaf kepada kami dan ia
berjajnji tidak akan mengulangi hal itu lagi.







Read more: http://www.caraseoblogger.com/2013/11/cara-menambahkan-animasi-burung-twitter.html#ixzz3TKjTVRI8
Tidak ada komentar:
Posting Komentar